thanks man...


Waktu itu..

tepatnya saat awal Allah mempertemukan kita, di suatu tempat bernama "ROHIS 2 DEPOK"..

Aku tak tahu siapa engkau
Kau melangkah setapak demi setapak mendekatiku
Dan mengahampiriku dengan senyummu
Mengulurkan tangan dan mengucap "Assalamu `Alaikum"
Kemudian dengan ramah bertanya gmn kabar nt ???

ku terdiam sejenak dan memandangmu dengan terbalut kebingungan
Hati kecilku pun bertanya dan penasaran
Siapakah antum ?
Jangankan bertemu, menatap matamu pun aku tak pernah

Tapi, kenapa hati ini serasa telah lama mengenalmu
Jauh sebelum pertemuan pertama ini
Bibir ini pun tak canggung menjawab salammu
"Wa`alaikum salam.. alhamdulillah baik"
Dan menjabat erat tanganmu

Kau bertanya ini dan itu padaku
Seolah - olah engkau telah mengenalku lebih lama
Kau tak terlihat khawatir padaku, orang yang baru kau kenal ini
Justru,ada sebuah kebahagiaan terpancar dari rautmu

Aku pun demikian, tak tahu kenapa
Berada disampingmu, seperti berada disamping saudaraku sendiri
Ada rasa saling memiliki dan ingin bersamamu selalu
Senang rasanya bisa mengenal dirimu, akhi

Inikah yang namanya UKHUWAH akh ?
UKHUWAH yang terjalin atas dasar Iman pada ALLAH
Yang terikat oleh tali cinta Islam
terbalut oleh kasih sahabat yang selalu merindu
membuat kita selalu merasa memiliki saudara dimanapun

Ukhuwah yang keindahannya melebihi sebongkah harta
tanpa membedakan ras, suku dan jarak
Nikmatnya seperti di kala berbuka puasa
Yang menjadikan hati-hati kan saling merindu bila berpisah

Ya Rabb....
Semoga setelah ini aku dapat bertemu kembali dengannya
dan saudara- saudaraku yang lain
Untuk lebih merajut lagi tali ukhuwah diantara kami

Semoga kelak Allah mempertemukan kita lagi di surgaNya.. Amiin

hingga kini, tak terasa kepengurusan yang sudah habis, tapi tidak pernah meluluhkan semagat dakwah kitaa insyaAllah. senang bisa berjuang bersama ikhwan hebat seperti kalian
jazakillah khair untuk semuanyaa ya akhi :)

seemaaaangaaaaatt!!
walaw kini telah pudar, bakar lagi secepatnya.
aku akan tetap menunggu kalian :)




coppas from wafa fatimah with edited

belahan jiwa


sang surya enggan menyapa dunia

bagai hati yg tiada cinta

rentang waktu yg pisahkan kita

membuat hidupmu tak bercahaya


jangan biarkan asa pergi menghilang

karna aku kembali hanya untukmu


maafkan belahan jiwa

tak maksud meninggalkanmu

hapuslah air mata dan hadirlah senyuman

lantunkan puisi cinta

terindah antara kita tuk selamanya


jangan sempatkan bimbang merajam

dekap erat cinta yg membara


takkan ku lepas lagi sinaran hati ini

dan takkan mungkin ku sambut jauh dirimu


janji setia masih jelas terukir menyentuh kalbu

tiada lagi kini yg pisahkan kita


by ada band for my besties!!

laode atthar alfikry

galang setyardi pradipto

ovic effendy

resha hendriarto

dinda dwimanda

diar eka pratiwi

di 70 aku berjuang, kini aku berkilah


kini aku berkilah
disinilah aku pertama dipertemukan
ujian tau semacamnya yg hanya menjadi awal setiap awal kehidupan baru
apa aku sanggup?
apa aku cukup kuat?
ya..
atau tidak??
let me answer it by myself..

detak jantung tak berirama
berlari, terbang kalau bisa
tak ia ijinkan ku untuk terlelap
demi masa depan..
ya, masa depan

apa aku spesial?
apa aku lebih?
hingga beranikan diri
bodoh? ya bodoh.
walaw harapan bahkan bisa sirna sebelum sadar
menyedihkan? tentu..

bahkan untukku, sangat menyedihkan
dilanda ketakutan akan diri ini
diri yg semakin rapuh
rapuh akan lingkungan tak menentu
kuingin keluar, tak temukan arah
kuingin berubah, tak temukan semangat

teriak? sudah kucoba
hanya hembusan angin yg tersisa
dari lenguhan badai teriakanku
di hari yg seharusnya ku terbakar
terbakar api jogja
hingga takbisa kendalikan diri

tapi nyatanya?
ku tergolek di sudut dalam
sangat dalam
dingin..
gelap..
hanya pantulan sinar bulan yg bisa masuk
mengalahkan sang surya di tahtanya

raungan makhluk kecil disamping sungguh mengganggu
raungan yg memekikkan telinga
telinga siapapun yg sedang dilanda kerapuhan
kerapuhan akan hidup
ya, rapuh..

apa aku berbagi?
tidak, hanya mengeluh
sebagai sikap manusiawi yg dibenci
dijauhi..
dikutuk..
huh!

ingin bersama mereka
dalam kerinduan dan kedinginan ini
tp tak ada daya
ku hanya berharap

bukan jeritan cengeng
melainkan keinginan seorang naif
yg bahkan dibenci dirinya sendiri

kumpulkan semangat
demi esok..
di 70 aku berjuang..

maulbulet, last voice before utul ugm