Kuharap

Membicarakanku..?
Oh kuharap itu kau.
Saat kucoba tebakan salah, dan memang salah..

Semakin kuharap itu kau.
Dalam kesendirianku, dalam kesepianku.
Batinku terus melantangkan 2 patah kata anugrah, namamu..

Dalam sakitku, dalam tiap hembus nafas yg berat.
Kuharap itu kau..
Dan teringat lg senyummu, di tempat mulia dimana ilmu terus mengalir..

kuharap memang takdir yg mempertemukan kita.
Seorang biasa yg mendamba kepada sang rembulan, seorang yg hanya bisa terbang dalam angan.

Seorang pecundang yg kalah dari persaingan.
Dan tak bisa dapatkan sebuah cita..

Menyedihkan?
Ya, menyedihkan..
Tp kuakan bisa berjaya dengan semua yg ada di diriku, yg melekat padaku, yg telah kudapat, dengan tenagaku sendiri.
Aku janji..

pada saat itu, kuingin kita bertemu lg.
Dan kuharap itu kau..Bulan..

Di depanmu, di hadapanmu

Tak sanggup ku menyentuhmu, hingga kini.
Walaw dalam kata, walaw dalam mimpi.

Hanya dalam rasa, rasa seorang kecil yg tak mampu membesarkan bahkan hatinya dihadapanmu..

*hey honey, listen to me carfuly.
I will be your best friend, i will be your guiding ride*
mengalun tenang di sepanjang daun telingaku, setiap malam, setiap pancaran indah yg diberikan bulan kepada bumi..

Tak ingat pasti kau, seaktif apa aku mencari perhatianmu.
Semerah apa mukaku ketika bertemu.
Ya, merah semu..
Hanya didepanmu

walaw iya ku punya kata, tak pernah lancar dan bergeming.
Terbius indahnya kau, ciptaanNya.
Sampai kubawa Ia kedalam gumamanku, tak tahu adab kumenjadi..
Didepanmu..Bulan..

Pancaranmu

Ku terpesona..
Indah pancaranmu, buatku tergila..

Terdiam kucoba ungkapkan, lemah bibir tuk ucapkan..
Hanya pujian dalam hati, terus mengalun terasa harmonis..

Tiada beda malamku, terbelengggu terang sinaran yg memukau..
Walau kutau kau tak hiraukanku, hanya dalam bayangan ku berulah..

Tak sanggup munafikkan kenyataan, di dunia yg terlalu kejam tuk rasaku..
Jujur, kuterpesona..bulan..