kuroko no basuke / kuroko's basketball




gw lagi ketagihan manga baru nih guys. bukan naruto one piece bleach, itu mah udah biasa. mau share tentang hobi baca komik baru gw ah....

jd ini nyeritain seorang anak SMA yg bernama Kuroko Tetsuya, dia cinta olahraga basket. tetapi kemampuan fisiknya yg nol atau ga punya kemampuan fisik membuat dia diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya. Dia merupakan salah satu anggota "generation of miracles" dari SMP Teikou , tim yang tidak pernah kalah sekalipun di semua kompetisi SMP. dengan kemampuannya sebagai bayangan, ia mendapat julukan the phantom sixth man. dia mampu menghilangkan keberadaannya sehingga tak seorangpun sadar dia ada di lapangan. semua anggota "generation of miracles" pergi ke SMA yang berbeda sehingga mereka bertemu di kejuaraan SMA. kini ia tergabung dalam klub basket SMA Seirin dan ingin membawa Seirin menjadi klub SMA nomer 1 di Jepang.

nah, kalo lo udah pernah baca Captain Tsubasa, manga ini mirip tapi olahraga yang dipake bukan bola tapi basket. dengan imajinasi yang bisa bikin kita penasaran, komik ini sukses bikin pembaca baru kaya gw nonstop baca ini komik sampe chapter terakhir yang keluar. ohya kalo kita udah baca manga nya, harus tau juga serba-serbinya. pengarang dan ilustrator nya adalah Tadatoshi Fujimaki. genrenya adalah sport, comedy-drama, tapi gw kayaknya ga nemu unsur komedinya ya.. komik ini pertama terbit di tahun 2008 di antologi manga Weekly Shounen Jump, diterbitkan secara volume pada April 2009 dan masuk ke Indonesia baru-baru ini (berarti 2013). manga ini akan terbit sebanyak 23 volume.

kalo ada manga nya berarti ada anime nya lho. diproduseri oleh Shunsuke dalam Production I.G. di channel animax dan premier pada april-september 2012 sebanyak 25 episode. akan dibuat baru pada tahun 2013 dan terbit bulan oktober.

yg gw sampai saat ini lakukan adalah menunggu manga nya untuk terus keluar di internet dan terus nyari animenya. kalo ada yang punya, bisa lah hubungi gw. kita nego bisa pake harga berapa :p

MisteriNya yang Terindah



Beberapa waktu yg lalu, merupakan hari bahagia. bukan karena IP semester 4 cumlaude, tetapi adanya upacara sakral yg menyatukan kedua insan dalam tali pernikahan. yaitu seorang guru, murabbi di masa SMA sampai sekarang (tidak ada mantan guru dan murabbi). Seorang yang menjadi tempat diskusi, tempat bertanya, bahkan tempat curhat (ups). Mereka dipertemukan Allah di kampus dan alhamdulillah telah berlangsung akadnya.

Setelah itu, teringat umur yg sudah sepertiga ini dan terbesit "kapan ya bisa nyusul..?". Kalau ngomongin jodoh, akan selalu asyik sehingga tidak ada habisnya. Walaupun jodoh itu ditangan tuhan, tetapi usaha/ikhtiar sangat diperlukan. Udah ditakdirkan, tapi tetap harus diusahakan (gimana tuh?). Dalam islam, ada tahapan-tahapan dalam menikah antara lain ta'aruf (saling berkenalan), tafahum (saling memahami), khitbah (lamar), dan nikah.

Banyak orang yang berpikir bahwa pacaran itu proses pengenalan dan ta'aruf itu lebih seperti beli kucing dalam karung. Mungkin itu dikarenakan prosesnya yang singkat dan sulit dipaham oleh orang awab. Biasanya setelah ta'aruf selesai, akan ada chemistry yang tercipta antar individu sehingga yakin bahwa satu sama lainnya berjodoh, sementara sebenarnya itu adalah titik awal mula kehidupan barunya akan dimulai, tetapi dengan waktu singkat sudah yakin dan mantap. Pasti banyak yang berpikir "belum kenal dekat tapi sudah yakin? bisa-bisanya." atau komen lainnya. Ta’aruf merupakan hal yang didasari keyakinan terhadap Allah SWT, karenan niat yang sebenar-benarnya niat adalah ibadah. Dan kalau sudah percaya padaNya, insya Allah Ia akan memberikan kemudahan bagi kita semua. Jadi, niat merupakan awalan penting proses pernikahan ini, kalau niat sudah benar pertolonganNya pasti akan ada entah dari mana.  Mungkin berupa petunjuk, atau keyakinan, atau berupa nasehat dari orang lain. Yah macam-macam bentuknya.

Ta’aruf itu ga selalu tuker-tukeran CV, udah kaya ngelamar kerja aja. Ngobrol langsung juga bias, dan mungkin akan lebih puas karenan ada beberapa hal yang ingin ditanyakan langsung dan tidak bias dingkapkan lewat tulisan. Ngobrol langsung juga tidak bias seenaknya, karena ini merupakan kegiatan yang bertujuan baik, alangkah baiknya jika ngobrol langsungnya juga baik-baik. Dengan ditemani oleh murabbi atau wali atau orang lain.

Ta’aruf tidak perlu berlama-lama. Kenapa? Kalau sudah yakin sebaiknya langsung saja dibuat keputusan entah ingin melanjutkan ataupun tidak. Jikalau bimbang, maka serahkan padaNya dengan meminta petunjuknya. Dalam proses ini, peran pendamping sangatlah penting, karena orang yang melakukan ta’aruf akan mengalami kegalauan akut (wew). Bukan apa-apa, orang yang sekedar pacaran aja galau, apalagi orang sedang merencanakan pernikahannya, apalagi ini proses yang didasari oleh keyakinan. Jadi, pendamping akan sangat membantu dalam menentukan keputusan. Pendamping juga tidak bias sembarangan, harus menilai secara subjektif maupun objektif tanpa memperhitungkan kepentingan diri sendiri. Siapa tau temannya sedang ta’aruf dengan pujaan hatinya (waduuh?!).

Proses inilah yang menjadi core, inti dari proses perkenalan sebelum menikah. Sehingga setelah melewati proses ini, (insya Allah) akan mudah kedepannya. Semua proses ini tidak bias dilakukan tanpa niat yang tulus dan lurus, ikhtiar, dan keyakinan. Sehingga do’a dan shalat istikharahmenjadi andalan dalam menentukan pilihan (hehehe).
               
So, kalau sudah siap mental, fisik, financial, buru-buru deh buat CV/proposal n minta bantuan murabbi. Inget, menikah itu ibadah lho :D. Insya Allah jodoh kita akan sepadan dengan kita karena Quran Surat Annur ayat 26 bahwa laki-laki yang baik akan mendapatkan wanita-wanita yang baik dan begitupula sebaliknya. Perbaiki diri sendiri supaya jodoh kita nanti akan baik pula, karena jodoh kita nanti adalah MisteriNya yang terindah.

wallahualam bishawab

mengelola emosi

repost

ada suatu ketika ada seorang pemilik perusahaan textil menampar seorang karyawan wanita. Siang itu mereka terlibat pertengkaran setelah pertemuan selesai.

Setelah semua pimpinan perusahaan kembali ke ruang kerja masing-masing, Yosep (bukan nama sebenarnya) memerintahkan wina (bukan nama sebenarnya) untuk tetap di ruang meeting karena ada permasalahan yang harus diselesaikan.

Wina adalah seorang akuntan di perusahaan tersebut.

Wina membuat kesalahan sedikit dalam penghitungan keuangan perusahaan yang akhirnya si bos memarahinya mulai dari permasalahan yang sebenarnya hingga mengungkit masalah-masalah lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.



Wina tetap sabar mendengarkan ocehan si bos namun akhirnya si bos mulai mengatakan hal-hal yang tidak enak sementara wina membantah ia tidak perna melakukan hal tersebut yaitu memanipulasi laporan keuangan perusahaan.

Tentu saja wina yang sejak tadi terlihat santai kini berbalik marah.

Karena keduanya sama-sama keras kepala akhirnya si bos menampar wina.

Satu minggu kemudian wina menuntut bosnya dengan tuduhan penganiayaan perempuan.

Setelah itu wina mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.



Mengapa hal tersebut sampai terjadi ?
josep adalah seorang yang berpendidikan dan berpengalaman, demikian pula wina.

Keduanya memiliki taraf kecerdasan yang tinggi.

Jika mereka memikirkan apakah yang akan terjadi jika mereka berdua saling marah maka hal di atas tidak terjadi karena sebenarnya persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan kepala dingin tanpa merugikan keduanya.

Menagapa hal ini sampai terjadi ?



Dari cerita di atas kita dapat melihat bahwa kecerdasan tidak menjamin emosi yang baik dan terarah.

Tidak semua orang memiliki kemampuan mengelola emosi yang baik.

Ada orang pandai dengan kemampuan mengola emosi yang baik.
Kemampuan seseorang dalam mengola hidangan emosinya dapat membantu seseorang berhasil dalam kehidupan di berbagai bidang, sementara orang lain dengan IQ yang tinggi sekalipun jika tidak dapat mengolah dan mengatasi emosi maka ia akan mengalami stress berat dan kemandekan (stagnasi).

Untuk mengelola dan mengatasi emosi ini diperlukan suatu kecerdasan atau kita sebut dengan kecerdasan emosional.



Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, mengendalikan dorongan diri/hati, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, berempati, dan berdoa.

Bila suatu permasalahan muncul dengan intensitas yang cukup berat pertama-tama kita persiapkan diri kita.

Diri kita menyadari (recognize) mengenal perasaan yang pada saat itu muncul pada diri kita dan mulailah mengenali diri anda dengan mengatasi emosi tersebut dan bukan emosi yang mengendalikan diri kita.



Contohnya jika saat itu kekasih memutuskan anda, dan anda tidak menerima keputusan sepihak tersebut namun apadaya berbagai cara telah dilakukan untuk membuat anda berdua rujuk kembali tidak berhasil.

Maka saat itu yang harus anda lakukan adalah bangkitlah.

Sedih boleh tetapi hanya untuk sesaat. Setelah anda bangkit kuasailah diri anda dari masalah tersebut yang kemungkinan suatu hari akan muncul kembali.

Janganlah murung atau menyendiri, jangan tertutup dan bersembunyi di dalam rumah. Keluarlah dari “dunia” anda karena masih banyak hal penting yan harus anda kerjakan.

Mulai membina suatu hubungan atau relasi dengan orang lain yang dapat meluaskan pergaulan anda, meluaskan pandangan anda, dan belajar berempati pada orang lain agar anda lebih dicintai oleh lingkungan sekitar anda.

Jika telah mampuh melawati suatu permasalahan pertahankanlah perasaan bahagia anda dan jika suatu hari anda mengalami masalah serupa atau masalah-masalah lain pecahkanlah dengan kepala dingin dan kreatif dalam memecahklan masalah anda. Mudah-mudahan berhasil.